BERITABANGSA.ID, BONDOWOSO – Kepala Kepolisian Sektor Sempol Bondowoso, Iptu Suherdi dijemput paksa oleh ratusan warga Desa Kaligedang, kemudian dibawa ke desanya, Senin siang 17 November 2025. Pengepungan hingga penurunan bendera merah putih di Kantor Polsek Sempol mewarnai aksi jemput paksa tersebut.
Aksi ratusan warga itu diduga dipicu adanya warga Kaligedang yang ditahan polisi, buntut laporan dugaan perusakan lahan kopi milik PT.Perkebunan Nusantara (PTPN) 1 Regional V di Afdeling Kalisengon, Desa Kaligedang oleh orang tak dikenal (OTK).
Laporan itu dilayangkan oleh PTPN 1 ke Polres Bondowoso pada Oktober lalu.
“PTPN mengalami kerugian sekitar Rp 400 jutaan, kami telah melaporkan hal ini ke Polres Bondowoso,” ujar Samuel C. Nababan, Manajer JCE PTPN 1.
Sedangkan Kasi Humas Polres Bondowoso, Iptu Bobby Dwi Siswanto menerangkan bahwa Polres Bondowoso telah menerima laporan tersebut pada Oktober lalu.
“Laporan itu diterima Polres Bondowoso sekitar Oktober lalu, dan sejak itu penyidik kami melakukan pengembangan,” kata Iptu Bobby.
Konflik Agraria yang Berkepanjangan
Perusakan lahan kopi oleh OTK menyibak luka lama yang belum sembuh sepenuhnya terkait konflik agraria di lereng Gunung Ijen.
Pada Oktober lalu, pemangku kepentingan duduk bersama warga setempat di Pendopo Bupati, membahas perusakan lahan kopi itu.
Sekda Bondowoso, Fathur Rozi menyebut permasalahan agraria mesti dipandang dari berbagai sisi.
“Tidak bisa satu sisi saja, ada aspek hukum, sosial, dan budaya,” ujar Fathur di Pendopo Bupati, Selasa 14 Oktober 2025.
Di satu sisi, PTPN dituntut menjaga aset negara, sementara di sisi lain warga merasa diasingkan di tanah yang sudah puluhan tahun mereka rawat dengan penuh cinta.
Sementara Ketua DPRD Bondowoso, Ahmad Dhafir menegaskan, penyelesaian konflik agraria di Ijen, agar tidak dinilai soal kepemilikan lahan saja, tetapi juga yang terpenting soal penghormatan kepada masyarakat.
“Masalah Ijen ini bukan sekadar soal lahan, tapi soal penghormatan. Jangan pakai pendekatan kekuasaan,” ujarnya tegas.
Kapolsek Sempol Berhasil Dipulangkan
Kapolsek Sempol, Iptu Suherdi yang sempat diamankan warga di Desa Kaligedang, berhasil dipulangkan pada Senin malam 17 November.
Warga melepas Kapolsek Kaligedang, setelah dialog panjang antara warga dengan 4 orang aparat pemerintah yang dipilih warga setempat.
Kapolres Bondowoso, AKBP Harto Agung Cahyono membantah Kapolsek Sempol itu disandera. Dia menegaskan bahwa Kapolsek Sempol dalam keadaan baik.
“Kapolsek sudah kembali bersama kami. Kondisinya baik-baik saja, tidak ada hal yang tidak menyenangkan. Bahkan warga menilai beliau sosok yang dekat dan mengayomi,” katanya dalam keterangan resmi, Selasa 18 November 2025.


















