Lebih lanjut, Rektor menuturkan bahwa fokus kampus tahun ini adalah peningkatan reputasi nasional dan internasional.
Untuk itu, Unusa akan membuka program studi baru serta meluncurkan kelas internasional untuk Program Studi S1 Keperawatan.
“Kami sudah memantapkan langkah membuka kelas internasional karena kebutuhan lulusan Unusa yang siap bekerja di luar negeri semakin besar. Permintaan tenaga keperawatan dari luar negeri cukup tinggi, dan kami ingin membekali mahasiswa untuk siap bersaing di tingkat global,” katanya.
Dalam pengembangan akademik, Unusa juga tengah menyiapkan sejumlah program baru. Setelah tahun lalu membuka Program Studi Bisnis Digital (S1) dan Magister Manajemen (S2), kini Unusa tengah memproses pembukaan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS).
“Pembukaan prodi baru bukan semata untuk menambah jumlah, tetapi untuk melengkapi struktur akademik di Fakultas Ekonomi Bisnis dan Teknologi Digital (FEBTD),” terang Rektor.
Sementara untuk PPDS, langkah ini merupakan amanah dari pemerintah dalam rangka pemenuhan kebutuhan tenaga dokter spesialis di Indonesia.
Pada tahap awal, Unusa akan membuka dua program spesialis, yaitu Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) serta Paru.
“Prosesnya sedang berjalan. Jika tidak ada kendala, awal tahun 2026 Unusa sudah bisa menerima mahasiswa baru di program tersebut,” imbuhnya.
Selain PPDS, Unusa juga tengah menyiapkan pembukaan jenjang S2 Kesehatan Masyarakat dan Profesi Gizi. Menurut Prof Jazidie, arah pengembangan kampus saat ini tidak lagi memperluas program S1 secara horizontal, tetapi mengembangkan secara vertikal dengan menambah program pascasarjana dan profesi.
“Tahun lalu kami telah membuka Magister Pendidikan (M.Pd). Ke depan, Unusa ingin tumbuh dengan kualitas dan kedalaman akademik, bukan sekadar jumlah,” tutupnya.
>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id


















