Terkini

MQK Internasional 2025: Pesantren Indonesia Poros Perdamaian Dunia

15
×

MQK Internasional 2025: Pesantren Indonesia Poros Perdamaian Dunia

Sebarkan artikel ini
MQK

Pembukaan MQK berlangsung meriah. Santriwati Pesantren As’adiyah menampilkan seni budaya Bugis-Makassar, diiringi orkestra lagu tradisional. Ribuan masyarakat turut menyaksikan, menjadikan suasana kian semarak.

Tercatat 798 santri semifinalis dari seluruh Indonesia dan 20 peserta dari tujuh negara ASEAN berpartisipasi dalam ajang ini. Thailand dan Filipina hadir sebagai observer.

Dalam sambutannya, Menag juga mengaitkan MQK Internasional dengan kejayaan peradaban Islam masa lalu.

Ia menyinggung era Khalifah Harun al-Rasyid di Baghdad, yang melahirkan ilmuwan besar seperti Al-Khawarizmi, Ibnu Sina, Al-Farabi, dan Ibnu Rusydi.

“Kita berharap MQK Internasional dapat melahirkan kembali generasi ilmuwan muslim yang bukan hanya piawai membaca kitab, tetapi juga mampu memberi solusi atas tantangan zaman, menjaga perdamaian, dan melestarikan lingkungan,” ujarnya.

Pembukaan turut dihadiri Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Bupati Wajo Andi Rosman, Wakil Gubernur Maluku Utara H Sarbin Sehe, jajaran pejabat Kemenag, ulama lintas negara, dewan hakim, serta para peserta.

Sebagai simbol pelestarian lingkungan, acara pembukaan ditandai dengan penanaman pohon di halaman Pesantren As’adiyah, Sengkang, Wajo.

Selain lomba membaca kitab kuning, MQK Internasional 2025 juga dirangkaikan dengan sejumlah agenda lain.

Di antaranya Pramuka Santri, Expo Kemandirian Pesantren di Lapangan Merdeka, Halaqah Internasional di Macanang, hingga Gerakan Ekoteologi di lingkungan pesantren.

Pada malam hari, digelar Night Inspiration dengan penampilan musisi muda Veve Zukfikar, Raim Laode, Arda Naff, dan Budi Doremi.

Sedangkan Fajar Inspiration diisi oleh tokoh nasional seperti Prof Nasaruddin Umar, Prof Kamaruddin Amin, Prof Sayid Agil Husin Al-Munawar, dan KH Abdul Moqsith Ghazali, seusai salat Subuh berjamaah di Masjid Ummul Qurra.

Dengan rangkaian tersebut, MQK Internasional 2025 tidak hanya mempertemukan para santri dalam kompetisi ilmiah, tetapi juga menghadirkan ruang refleksi spiritual, budaya, dan sosial.

Sebuah langkah baru meneguhkan pesantren sebagai pusat ilmu, peradaban, dan perdamaian dunia.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60