Terkini

Berikut Pernyataan Pengasuh Ponpes Al-Khoziny Terkait Bangunan Runtuh

84
×

Berikut Pernyataan Pengasuh Ponpes Al-Khoziny Terkait Bangunan Runtuh

Sebarkan artikel ini
Al-Khoziny
KH R. Abdus Salam Mujib Pengasuh Ponpes Al Khoziny saat memberikan pernyataan terkait bangunan runtuh di depan wartawan

BERITABANGSA.ID, SIDOARJO – Pengasuh Ponpes Al-Khoziny Buduran Sidoarjo KH R. Abdus Salam Mujib menerangkan bahwa hari ini proses pengecoran terakhir di lantai tiga di atas Mushola asrama Pondok Putra.

Ia tidak menduga bangunan bakal ambruk. Apalagi, saat kejadian ambruknya bangunan Musala itu proses pengecoran sudah selesai total.

Bangunan yang direhab sejak sekitar 9 sampai 10 bulan itu juga belum digunakan sama sekali alias kosong. Hanya saja lantai satu tetap digunakan sebagai Musala bagi para santri putra.

“Hari ini proses pengecoran terkahir dan sudah selesai. Karena rehab bangunan ini sudah berjalan antara 9- 10 bulan kemarin. Dan pengecoran sudah dilaksanakan dari pagi tadi. Saat kejadian ngecornya sudah selesai. Hanya butuh waktu sekitar 4- 5 jam selesai. Buktinya tidak ada molen tak ada alat pengecoran lainnya di lokasi,” ungkap KH Abdus Salam Mujib di lokasi kejadian, Senin (29/9/2025) malam.

Saat kejadian salat ashar di Musala itu, KH Abdus Salam Mujib mengaku tidak berada di tempat. Dia juga tidak menjadi imam di Musala santri putra saat itu.

“Waktu kejadian saya tidak ada di lokasi. Usai salat Ashar atau saat waktu Asharan banyak santri yang istirahat di lantai satu. Santri lainnya banyak yang masih ikut kegiatan di luar,” jelasnya.

Selain itu, KH Abdus Salam Mujib memastikan bangunan baru mulai lantai dua sampai tiga belum digunakan sama sekali. Pihaknya memastikan bangunan baru itu masih dalam kondisi kosong. Hanya saja, untuk lantai satu tetap digunakan para santri putra sebagai Musala. Bangunan atas belum ditempati.

“Hanya di bawah tetap digunakan tempat sholat santri. Kalau lantai dua dan tiga akan digunakan untuk Aula dan tempat Batsul Masail dan lainnya,” tegasnya.

KH Abdus Salam Mujib memastikan lagi pekerjaan proyek hari ini adalah pengecoran terakhir, menutup atap saja.

“Jadi tadi pagi hanya mengecor atap saja lantai tiga itu. Sepertinya penopang cor tidak kuat hingga seperti bom ambruk semua sampai lantai bawah,” ujarnya.

Kendati demikian, KH R Abdus Salam Mujib berharap para wali santri untuk tetap tabah dan bersabar atas cobaan dan musibah yang terjadi di Ponpes yang sudah bertahun-tahun diasuhnya itu.

“Saya kira ini semua takdir dari Allah SWT. Semua (wali santri) harus bersabar. Semoga diberi ganti Allah SWT yang lebih baik dan pahala yang tak terungkap. Semoga dibalas Allah SWT dengan yang lebih dari musibah hari ini,” doanya.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60