Pendidikan

Riset UNAIR Ungkap Potensi Daun Apa-Apa untuk Terapi Kanker

14
×

Riset UNAIR Ungkap Potensi Daun Apa-Apa untuk Terapi Kanker

Sebarkan artikel ini
Unair
Prof Dr Mulyadi Tanjung Drs MS, ketua tim riset Kimia UNAIR.

BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Kanker telah lama menjadi salah satu penyakit paling mematikan di dunia medis. Berbagai upaya pengobatan terus dikembangkan, mulai dari kemoterapi hingga pemanfaatan bahan alami.

Di tengah pencarian panjang tersebut, tim peneliti yang dipimpin Profesor Doktor Mulyadi Tanjung, berhasil menemukan senyawa antikanker baru yang terkandung dalam daun Apa-Apa (Flemingia macrophylla), tanaman asli Indonesia yang sejak lama digunakan secara tradisional untuk menjaga kesehatan organ reproduksi wanita.

Menurut Mulyadi, riset ini dilakukan dengan mempertimbangkan tiga aspek penting, yakni ilmiah, pendidikan, dan praktis.

Aspek ilmiah berkaitan dengan kandungan bioaktif yang terdapat dalam daun Apa-Apa. Aspek pendidikan diwujudkan dengan melibatkan mahasiswa dalam proses riset.

Sedangkan aspek praktis diarahkan pada peluang pemanfaatan hasil penelitian tidak hanya di laboratorium, tetapi juga untuk pengembangan industri di masa depan.

“Dari ketiga aspek tersebut, tanaman Apa-Apa memenuhi syarat dan memberikan ruang luas untuk dikembangkan lebih lanjut,” ujarnya.

Dalam penelitian itu, tim menemukan dua senyawa baru yang diberi nama deoksihomoflemingin dan 3-hidroksiflemingin A. Senyawa ini telah diuji pada sel kanker serviks dan sel kanker payudara, menunjukkan aktivitas biologis yang kuat sebagai antikanker.

Daun Apa-Apa sebagai kandidat antikanker rahim dan payudara. (Sumber: Line1News.com)

Lebih lanjut, Mulyadi menjelaskan senyawa kimia yang dihasilkan tanaman umumnya berasal dari metabolit sekunder yang berfungsi sebagai pertahanan diri terhadap lingkungan.

“Pada daun Apa-Apa, kami menemukan perbedaan struktur senyawa dibandingkan tanaman lain. Inilah yang membuatnya potensial, apalagi spesies ini mudah didapatkan di Indonesia,” jelasnya.

Temuan ini menegaskan masih banyak tanaman herbal lokal yang belum tersentuh riset mendalam.

Padahal, jika digali lebih lanjut, potensinya bukan hanya untuk pengobatan, melainkan juga membuka peluang publikasi akademik bertaraf internasional.

“Daun Apa-Apa belum pernah dilaporkan memiliki senyawa baru sebelumnya. Ini memberi keuntungan besar bagi tim riset kami untuk melakukan publikasi di jurnal bereputasi tanpa biaya tambahan,” ungkap Mulyadi.

Ia menambahkan, struktur kimia yang ditemukan berbeda dengan hasil riset terdahulu.

Dari hasil pengujian, kedua senyawa tersebut terbukti sangat aktif sebagai antikanker.

Penelitian kini masih berada pada tahap uji in vitro, dan akan dilanjutkan ke tahap uji in vivo, uji klinis, serta rangkaian uji lanjutan lainnya.

“Harapannya, riset ini tidak hanya memberikan kontribusi nyata bagi dunia medis, tetapi juga menunjukkan daya saing riset Indonesia di panggung global,” pungkasnya.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60