Terkini

Solidaritas dan Nasionalisme di Rumah Singgah Dewi Surabaya

71
×

Solidaritas dan Nasionalisme di Rumah Singgah Dewi Surabaya

Sebarkan artikel ini
Rumah singgah Dewi

BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Rumah Singgah Dewi yang berlokasi di Jalan Klampis Aji II No. 22 Surabaya, resmi dibuka pada 30 Juni 2023.

Kehadiran rumah singgah ini merupakan inisiatif Puspita Dewi Prijadi selaku Pendiri sekaligus Pembina Yayasan Matahari Tangan Kasih (YMTK), dengan tujuan memberikan dukungan bagi pasien kanker yang tengah menjalani pengobatan di Surabaya.

Dalam rangka memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia, Rumah Singgah Dewi turut memeriahkan suasana Agustus dengan menggelar berbagai lomba khas 17-an.

Lomba mengambil karet gelang dalam tepung, memasukkan air dengan muka tertutup kerucut, hingga makan kue bersama, berhasil menghadirkan keceriaan tersendiri bagi para penghuni.

Kegiatan ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga bentuk perhatian untuk menumbuhkan semangat, rasa kebersamaan, serta nasionalisme.

Puspita Dewi berharap momentum tersebut menjadi ruang pengikat solidaritas antar penghuni.

“Kemeriahan ini diharapkan dapat melatih rasa kebersamaan dan persaudaraan, sehingga para pasien merasa tidak sendiri dalam perjuangan mereka,” ujarnya.

Salah seorang penghuni mengaku merasakan dampak positif dari kegiatan tersebut. “Senang sekali kita bisa ikut memeriahkan HUT ke-80 RI. Semoga kebersamaan ini bisa terus berlanjut dalam kehidupan sehari-hari di sini,” ungkapnya penuh haru.

Sebagian besar penghuni Rumah Singgah Dewi merupakan pasien kanker yang tengah menjalani perawatan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

Mereka datang dari berbagai daerah di Jawa Timur, bahkan ada yang berasal dari luar Pulau Jawa. Kehadiran rumah singgah ini menjadi solusi nyata bagi pasien yang harus menempuh perjalanan jauh demi mendapatkan pengobatan.

Menurut pengurus Rumah Singgah Dewi, Veronica, syarat untuk tinggal di sini cukup sederhana. “Pasien hanya perlu menunjukkan rekam medis, kartu identitas, serta kartu BPJS atau surat rujukan dari rumah sakit. Semua layanan diberikan secara gratis, tanpa biaya sepeser pun,” jelasnya.

Selain menyediakan tempat tinggal, Rumah Singgah Dewi juga memberikan fasilitas makan tiga kali sehari dan vitamin untuk menjaga kesehatan penghuni.

“Kami berusaha membantu bukan hanya dari sisi tempat tinggal, tapi juga memperhatikan kebutuhan dasar mereka. Harapannya, para pasien dapat menjalani pengobatan dengan lebih tenang dan bersemangat,” tambah Veronica.

Kehadiran Rumah Singgah Dewi tidak hanya sekadar menyediakan tempat bernaung, tetapi juga menjadi simbol kepedulian sosial yang menguatkan harapan.

Di balik perjuangan melawan kanker, pasien dan keluarganya kini memiliki ruang yang memberi rasa aman, kebersamaan, dan optimisme untuk terus melanjutkan hidup.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60