BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Puncak perayaan Milad ke-12 Paguyuban Alumni SMA Negeri 1 hingga SMA Negeri 9 Surabaya (Pasmanbaya 1-9) resmi ditunda hingga 14 September 2025 mendatang.
Keputusan tersebut diumumkan dalam konferensi pers pada Sabtu (30/8/2025) oleh Ketua Umum, Yusuf Nafik melalui Ketua Bidang Usaha Pasmanbaya, Lukitasari, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Panitia.
Penundaan diambil setelah mempertimbangkan kondisi Kota Surabaya yang belum kondusif akibat adanya demonstrasi yang berujung ricuh.
“Dengan segala pertimbangan, termasuk keselamatan peserta dan pengunjung, maka kegiatan puncak yang semula dijadwalkan 31 Agustus terpaksa kami reschedule ke 14 September,” ujar Lukitasari.
Lukitasari, yang akrab disapa Mbak Kiki, menyampaikan keprihatinannya atas situasi yang terjadi. Ia berharap semua pihak mampu menahan diri demi menjaga ketertiban.
“Kami memohon agar semua pihak meredam emosi. Di balik setiap peserta aksi ada keluarga yang menunggu. Harapan kami, pemerintah juga mengambil sikap bijak agar Surabaya segera kembali kondusif,” katanya.
Pihak panitia telah berkoordinasi dengan pengelola Monumen Kapal Selam, lokasi acara puncak, dan mendapatkan persetujuan untuk penjadwalan ulang.
Sementara itu, Ketua Panitia Milad ke-12, Prof. Deni Yuherawan, menegaskan bahwa keputusan penundaan lahir dari musyawarah bersama seluruh pengurus.
“Kami tidak berdiri sendiri, melainkan bersatu dalam kesatuan yang solid. Begitu situasi semakin memanas, kami bergerak cepat melakukan musyawarah. Akhirnya, seluruh pengurus sepakat untuk menunda pelaksanaan,” ujarnya.
Menurut Prof. Deni, keselamatan dan kenyamanan anggota menjadi prioritas utama.
“Ini bukan berarti kegiatan batal, hanya ditunda. Pelaksanaan tetap berjalan, dan kami optimistis suasana akan lebih kondusif pada 14 September mendatang,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa jumlah peserta yang sudah mendaftar mencapai 650 orang, dan diperkirakan akan terus bertambah seiring dukungan dari anggota Pasmanbaya.
“Kami berharap seluruh peserta tetap bersemangat dan hadir meramaikan acara pada tanggal yang baru,” tambahnya.
Dengan penjadwalan ulang ini, Pasmanbaya menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga nilai kebersamaan dan kepedulian, sembari mengutamakan aspek keselamatan.
Penundaan dianggap sebagai langkah bijak agar perayaan puncak Milad ke-12 dapat berlangsung lebih aman, nyaman, dan berkesan bagi seluruh anggota.
>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id


















