BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Universitas Airlangga (UNAIR) kembali mencatatkan prestasi gemilang dalam kancah pemeringkatan perguruan tinggi digital.
Dalam rilis terbaru Webometrics Ranking of World Universities 2025, Unair berhasil menduduki peringkat ketiga secara nasional, menegaskan eksistensinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan era digital.
Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Unair, D Ardianto, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika UNAIR dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip keterbukaan, visibilitas, dan keunggulan akademik.
“Webometrics mengukur kinerja institusi melalui tiga indikator utama, yakni visibility yang menilai sejauh mana informasi ilmiah dapat diakses oleh publik; openness yang menunjukkan transparansi dan keterbukaan publikasi ilmiah; serta excellence yang merefleksikan kualitas karya ilmiah yang diakui secara global,” jelas Ardianto.
Ia menambahkan bahwa capaian dalam pemeringkatan ini tidak hanya sebatas angka, tetapi menjadi cerminan kontribusi universitas terhadap penyebaran pengetahuan dan kemajuan riset.
“Saat skor Webometrics meningkat, biasanya indikator lain seperti citation dan reputasi ilmiah juga ikut terdorong naik secara signifikan,” imbuhnya.
Guna mempertahankan dan bahkan meningkatkan peringkat pada edisi pemeringkatan berikutnya, Unair menginisiasi berbagai inovasi strategis, salah satunya melalui pengembangan dashboard monitoring internal.
Alat ini memungkinkan manajemen universitas memantau secara real-time posisi dan performa digital kampus.
“Dashboard ini membantu kami melakukan intervensi cepat apabila terdapat hambatan. Kami juga terus menyempurnakan institutional repository sebagai pusat dokumentasi ilmiah yang dapat diakses publik secara optimal,” terang Ardianto.
Ia menyatakan bahwa Unair menargetkan tidak hanya menjadi yang terbaik di Indonesia, tetapi juga memperluas visibilitasnya di ranah internasional.
“Visi ke depan adalah menjadikan Universitas Airlangga sebagai kampus dengan peringkat tertinggi secara nasional dan memiliki daya saing global yang semakin kuat,” tegasnya.
Capaian Unair dalam pemeringkatan ini merupakan buah dari kerja sama lintas unit dan pemangku kepentingan internal.
Direktur Direktorat Sistem Informasi dan Digitalisasi (DSID) Unair, Yunus Abdul Halim, menegaskan bahwa sinergi menjadi kunci dari keberhasilan tersebut.
“Alhamdulillah, capaian ini merupakan hasil nyata dari kolaborasi antara DSID, Lembaga Inovasi, Publikasi, Jurnal, dan Hak Kekayaan Intelektual (LIPJPHKI), Pusat Komunikasi dan Informasi Publik (PKIP), serta seluruh fakultas dan unit kerja lainnya. Tanpa peran aktif seluruh elemen, prestasi ini tidak akan tercapai,” ujar Yunus.
Pencapaian ini memperkuat posisi Unair sebagai salah satu perguruan tinggi terdepan di Indonesia yang tidak hanya unggul dalam hal akademik dan riset, tetapi juga dalam pengelolaan informasi digital yang inklusif dan berkelanjutan.
>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id


















