BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Universitas Airlangga (UNAIR) kembali meneguhkan komitmennya sebagai institusi pendidikan unggulan dengan mengukuhkan 841 wisudawan dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Diploma hingga Doktoral.
Prosesi wisuda ini dipimpin langsung oleh Rektor Unair, Prof Dr Muhammad Madyan, dan berlangsung di Airlangga Convention Center, Kampus MERR-C, Surabaya.
Dalam suasana penuh kebanggaan dan haru, Nevi Saniatul Fajria, wisudawan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unair, tampil memberikan sambutan mewakili para lulusan.
Dalam testimoninya, Nevi menyampaikan rasa syukur atas pencapaian yang diraihnya serta perjuangan yang menyertai proses studi.
“Di ruangan ini, tersimpan ribuan kisah yang mungkin tak pernah terdengar. Ada yang harus membagi waktu kuliah dan bekerja demi tetap bisa belajar, ada yang bertahan dalam diam meski dunia berat, dan ada yang menuntaskan skripsi dengan laptop seadanya bahkan sering tiba-tiba mati,” ungkapnya.
Sebagai mahasiswa perantauan, Nevi membawa harapan besar dalam menempuh pendidikan di Unair.
Berbagai peluang akademik dan non-akademik dimanfaatkannya secara optimal, mulai dari beasiswa, kegiatan organisasi, hingga program magang internasional.
Hal ini memperkuat keyakinannya bahwa lingkungan akademik Unair sangat mendukung pengembangan potensi mahasiswa secara menyeluruh.
“Saya beruntung karena dapat memanfaatkan berbagai kesempatan selama menjadi mahasiswa. Mulai dari organisasi, beasiswa prestasi, mengikuti program internasional, bahkan magang di perusahaan multinasional,” ujarnya.
Ia juga bertekad untuk menjaga nama baik almamater dalam setiap langkah kehidupannya setelah lulus.
Dari sisi alumni, Ketua Pengurus Wilayah DKI Jakarta Ikatan Alumni (IKA) Unair, Dr Solikin M Juhro, turut menyampaikan apresiasi kepada para wisudawan.
Ia menekankan pentingnya peran alumni dalam menjawab tantangan global serta kontribusi nyata terhadap kemajuan bangsa.
“Sebagai kader-kader alumni Ksatria Airlangga, adik-adik semua diharapkan untuk bisa melahirkan retro pemikiran, inovasi, dan menggali sumber-sumber pertumbuhan ekonomi yang baru, guna membangun bangsa kita,” tutur Dr Solikin.
Lebih lanjut, ia membagikan tiga prinsip strategis yang dapat dijadikan bekal dalam menghadapi dunia pasca-kampus.
Ia menekankan pentingnya kemampuan berpikir strategis, bertindak taktis, serta menjalin komunikasi yang efektif untuk menciptakan dampak luas dan kebermanfaatan.
“Pertama, strategic thinking, berpikirlah hal-hal yang strategis ke depan, apa yang ingin kita sumbangsihkan kepada negara dan masyarakat. Kedua, untuk mewujudkan visi dan goals itu harus kita perkuat dengan strategic actions, bagaimana kita menjadi lulusan yang tidak hanya book smart, tetapi street smart. Ketiga adalah strategic communication, bagaimana kita bisa bekerja sama dan berkomunikasi untuk menghasilkan hal-hal yang baik dan memberikan kebermanfaatan secara luas,” jelasnya.
Wisuda kali ini tidak hanya menjadi momentum perpisahan, namun juga penanda awal langkah baru para lulusan dalam mengaplikasikan ilmu dan nilai-nilai keairlanggaan di tengah masyarakat.
Dengan bekal akademik yang kuat dan semangat strategis, UNAIR berharap para wisudawan dapat menjadi agen perubahan yang berdampak nyata dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya bangsa.
>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id.


















