BERITABANGSA.ID, GRESIK – Kolaborasi antara mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dengan Pemerintah Desa Siwalan, Kecamatan Panceng, Gresik, terjadi di Balai Desa Siwalan.
Wujudnya, pemberia literasi berupa seminar bertajuk “Peran Ibu dalam Membangun Budaya Literasi dan Pendidikan Anak Sejak Dini.”
Tujuan seminar, untuk menguatkan kesadaran peran keluarga, khususnya ibu, dalam membentuk generasi yang cinta membaca dan belajar.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa penguatan budaya literasi harus dimulai dari lingkup terkecil, yakni keluarga.
Dukungan penuh datang dari jajaran perangkat desa, termasuk Kepala Desa Siwalan, Mukh Suhartomo, dan pegiat literasi lokal Muhammad Solihuddin yang merupakan pengelola Taman Baca Masyarakat (TBM) Panggon Moco.
Kepala Desa Siwalan, Mukh Suhartomo mengatakan keterlibatan orang tua, terutama ibu, adalah fondasi utama dalam membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan.
Seminar menghadirkan dua narasumber inspiratif. Musriati, membawakan materi bertajuk “Mari Membaca.”
Ia menekankan, orang tua harus menjadi teladan dalam membiasakan anak-anak membaca sejak usia dini.
Menurutnya, rumah semestinya menjadi ruang pertama dan utama dalam menanamkan kecintaan terhadap buku.
“Dengan peran aktif orang tua, khususnya ibu, maka keluarga dapat menjadi pusat tumbuhnya generasi cerdas yang berakar pada literasi,” ujarnya.
Pemateri kedua, Rofa’atul Hidayah, menyampaikan materi “Membangun Kebiasaan Belajar dari Rumah.”
Ia menyoroti pentingnya membentuk rutinitas belajar yang menyenangkan, sederhana namun konsisten di lingkungan keluarga.
Dalam paparannya, ia juga membagikan tips praktis untuk membangun kebiasaan belajar yang tidak membebani anak, tetapi justru memantik rasa ingin tahu mereka.
“Rumah yang ramah belajar akan membentuk anak yang terbiasa berpikir kritis dan menyukai proses belajar,” jelasnya.
Kedua narasumber sepakat bahwa peran ibu tak tergantikan dalam menciptakan atmosfer rumah yang mendukung tumbuhnya minat baca dan belajar.
Dalam seminar ini, para peserta yang mayoritas adalah ibu rumah tangga tampak antusias mengikuti sesi demi sesi.
Mereka tak hanya mendengarkan, tetapi juga aktif berdiskusi, berbagi pengalaman, dan bertanya tentang praktik terbaik dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
Banyak dari peserta mengaku mereka baru menyadari pentingnya rutinitas kecil yang dilakukan di rumah, seperti membacakan cerita sebelum tidur atau membatasi waktu penggunaan gawai, terhadap perkembangan karakter dan intelektual anak-anak mereka.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi forum edukatif, tetapi juga menjadi titik tolak bagi gerakan literasi berbasis keluarga.
Mahasiswa KKN ITS berharap semangat yang ditanamkan dalam seminar ini dapat menginspirasi lahirnya lebih banyak agen literasi di lingkungan rumah tangga maupun masyarakat.
Didukung sepenuhnya oleh Pemerintah Desa Siwalan dan TBM Panggon Moco, seminar ini menjadi langkah awal menuju cita-cita besar menjadikan Desa Siwalan sebagai desa ramah literasi.
Gerakan ini sekaligus menunjukkan bahwa perubahan besar dalam pendidikan bisa dimulai dari ruang-ruang kecil di rumah, dengan ibu sebagai pendorong utama.
>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id


















