BERITABANGSA.ID, JOMBANG – Program seragam gratis bagi siswa baru SD/MI dan SMP/MTs di Jombang mulai memasuki tahap pengukuran dan penjahitan. Namun, realisasi pembagiannya baru ditargetkan rampung pada September mendatang.
Program ini masuk dalam daftar 12 proyek strategis daerah (PSD) 2025, sehingga menjadi perhatian serius Pemkab Jombang. Terlebih, sempat tidak ada laporan perkembangan sejak awal pengadaan berjalan.
“Kamis kemarin saya panggil untuk klarifikasi. Pengadaan kainnya sudah selesai, sekarang mulai masuk ke tahap pengukuran dan penjahitan,” kata Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setdakab Jombang, Supradigdo, usai melakukan monitoring.
Menurutnya, tahapan pengukuran baru bisa dilakukan setelah para siswa resmi masuk sekolah. Pasalnya, Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) baru berakhir pada 8 Juli lalu.
“Anak-anaknya kan baru masuk seminggu ini, jadi baru bisa diukur. Sekarang masuk proses jahit,” jelasnya.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) program seragam gratis dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang, Rhendra Kusuma, menyebut penjahitan ditargetkan tuntas paling lambat akhir September.
“Targetnya selesai September. Paling akhir ya bulan itu,” ujar Rhendra.
Untuk mengejar target tersebut, para penjahit diberi tenggat waktu dua bulan. Jika pekerjaan molor dari jadwal, maka akan ada sanksi tegas berupa denda.
“Kalau dalam 60 hari kerja belum selesai, kami kenakan denda sesuai jumlah seragam yang belum selesai. Sistemnya wanprestasi,” tegasnya.
Perlu diketahui bahwa, program seragam gratis ini digelontorkan untuk meringankan beban wali murid di tengah tahun ajaran baru. Namun, pelaksanaannya di lapangan terus diawasi agar tidak melewati tenggat waktu.
>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id


















