BERITABANGSA.ID, LUMAJANG – Penjabat Bupati Lumajang, Indah Wahyuni, berkomitmen untuk mengatasi tantangan yang dihadapi pengusaha Pertashop di Kabupaten Lumajang.
Dalam audiensi dengan Hiswana Migas dan Himpunan Pertashop Merah Putih Indonesia pada Kamis (10/10/2024), Yuyun menyatakan bahwa langkah-langkah perlu diambil untuk menjaga keberlangsungan Pertashop di tengah persaingan ketat dengan pertamini atau pertabotol.
“Untuk meminimalisir persaingan, kami berencana mengatur jarak antara pertamini dan Pertashop serta memperketat syarat keamanannya,” ungkap Yuyun.
Ia juga berencana berkonsultasi dengan konsultan perizinan guna mempermudah proses rekomendasi yang diperlukan.
Dalam kesempatan tersebut, Yuyun menggarisbawahi pentingnya pemenuhan kebutuhan BBM, terutama di wilayah yang sulit dijangkau SPBU seperti Kecamatan Tempursari dan Desa Argosari serta Desa Ranu Pani, Kecamatan Senduro.
“Kami berharap pemilik Pertashop dapat mendirikan usahanya di daerah tersebut untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Ketua Hiswana Migas Kabupaten Lumajang, Supratikno, menjelaskan bahwa banyak pemilik SPBU ingin membuka Pertashop, namun semakin banyaknya pertamini yang beroperasi tanpa mematuhi standar keselamatan membuat banyak Pertashop terpaksa tutup.
Di Lumajang, terdapat 31 Pertashop yang sudah berizin, sementara 4 lainnya belum berizin dan 4 lagi masih dalam proses.
“Kami berharap audiensi ini dapat menciptakan solusi agar pengusaha Pertashop yang legal tidak kalah bersaing dengan pertamini,” harapnya.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan dapat tercipta iklim usaha yang lebih baik bagi pengusaha Pertashop, sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap bahan bakar yang aman dan berkualitas.
>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id


















