Terkini

Museum Huruf Ajukan Hari Aksara Nusantara Masuk Kalender Indonesia

1365
×

Museum Huruf Ajukan Hari Aksara Nusantara Masuk Kalender Indonesia

Sebarkan artikel ini
Museum Huruf
Usai audiensi, Tim Museum Huruf berfoto bersama Bupati Jember Hendy Siswanto.

BERITABANGSA.ID, JEMBER – Museum Huruf mengajukan Hari Aksana Nusantara (HAN) kepada pemerintah supaya dimasukkan dalam kalender Indonesia.

Generasi bangsa Indonesia hari ini belum banyak yang mengetahui beragam aksara dan khasanah bahasa nusantara, yang merupakan aset budaya dan warisan kekayaan pikiran peradaban masa lampau.

Museum Huruf kemudian menggandeng Pemkab Jember, mempersiapkan pencanangan HAN yang akan dideklarasikan pada 30 Agustus 2024 mendatang.

Nantinya, HAN tidak hanya menjadi simbol perayaan untuk menghargai kekayaan aksara dan khasanah bahasa di Indonesia. Lebih penting adalah HAN akan mampu mendorong ekosistem multikultur yang berjejaring untuk mengarsip, mengomunikasikan dan memberi ruang luas publikasi pengetahuan ke-aksara-an dan khasanah bahasa yang selama ini masih bergerak parsial di masing-masing daerah.

HAN juga akan menjadi bentuk simpul spirit kolektif bangsa Indonesia dalam konteks pelestarian aksara dan khasanah bahasa nusantara yang lebih terencana, sistematis, terstruktur dan berkelanjutan.

Sejak pertengahan April 2024 kemarin, Bupati Jember Hendy Siswanto telah mengundang pihak Museum Huruf untuk membahas pencanangan HAN agar semakin matang, termasuk melakukan korespondensi dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia untuk disampaikan kepada Presiden Republik Indonesia berkait urgensi pencanangan HAN sebagai salah satu bentuk pemajuan kebudayaan.

“Mimpi kami, HAN dideklarasikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia agar gagasan ini dapat lebih terimplementasi dalam bentuk kegiatan-kegiatan yang konkret untuk ,” kata Bupati Jember Hendy Siswanto seusai membahas HAN bersama pihak Museum Huruf, Selasa malam 16 April 2024.

Menurut Direktur Museum Huruf, Ade Sidiq Purnama, tantangan upaya pelestarian aksara dan khasanah bahasa nusantara selama ini tidak berada pada satu disiplin ilmu tertentu, melainkan berada pada ranah multidisipliner yang memungkinkan elaborasi para budayawan, ilmuwan, peneliti, pegiat, entitas maupun stakeholder lainnya dapat berkontribusi mengkaji aksara berdasarkan sudut pandang keilmuan dan keahlian masing-masing.

“Selama kurun waktu enam tahun ini, kami terus menjalin komunikasi dengan banyak tokoh dan termasuk pihak pemerintah mengenai urgensi pelestarian aksara dan khasanah bahasa sebagai aset budaya. Kami senang karena gagasan ini disambut baik oleh Bupati Jember Hendy Siswanto yang kemudian banyak memberikan arahan dan masukan untuk merealisasikan langkah-langkah strategis yang diperlukan,” kata Ade.

Langkah strategis yang ditempuh oleh pihak Museum Huruf menjelang pencanangan HAN yang juga berbarengan dengan kegiatan tahunan Museum Huruf bertajuk Pekan Aksara tersebut, tidak terbatas pada upaya korespondensi semata. Komunikasi tindak lanjut bersama beberapa pihak pun telah dilakukan. Di antaranya dengan Perkumpulan Ahli Epigrafi Indonesia (PAEI) dan Asosiasi Museum Indonesia (AMIDA) wilayah Jawa Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *