Olah Raga

Mahasiswa FH Unair Ini Sabet Juara I Taekwondo di Skotlandia

60
×

Mahasiswa FH Unair Ini Sabet Juara I Taekwondo di Skotlandia

Sebarkan artikel ini
FH Unair
Marsha Alycia Rahmadiar Setianto, Mahasiswa Fakultas Hukum Unair

BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Marsha Alycia Rahmadiar Setianto biasa disapa Acha, adalah salah satu mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Airlangga (FH Unair) yang kerap menyumbang piala di bidang Taekwondo.

Kali ini ia berhasil meraih juara I dalam kejuaraan “4th scotland open poomsae and speed kicking international championship 2024” yang diselenggarakan oleh Han Wong International Taekwondo Academy, Edinburgh-Skotlandia.

Acha menjelaskan, lomba itu terselenggara secara online yang diikuti kurang lebih sebanyak 19 negara di dunia.

Ia mengatakan, poomsae merupakan salah satu cabang dalam Taekwondo yang memperagakan teknik gerakan dasar serangan dan pertahanan diri tanpa adanya lawan.

Persiapan singkat
sebelum melaksanakan perlombaan, Acha mengaku persiapan yang ia lakukan hanya dua minggu.

Menurutnya, lomba poomsae ini memiliki kesulitan tersendiri, sedangkan ia terbiasa melakukan lomba pertarungan yang menghadapi lawan.

“Perlombaan ini sebenarnya dilaksanakan tanggal 7 April 2024, namun dikarenakan banyaknya peserta yang mengikuti perlombaan ini, baru diumumkan tanggal 28 April 2024. Dengan beberapa ketentuan gerakan yang telah diatur dalam lomba kali ini dan persiapan dengan waktu yang singkat menjadi tantangan tersendiri bagi saya,” ucapnya.

Acha menyebut, kegiatan perkuliahan diiringi dengan jadwal latihan yang dilakukan hampir setiap hari menjadi tantangan tersendiri untuk pintar-pintar membagi waktu.

Ia senang, untuk terus mengikuti perlombaan Taekwondo dengan tetap melakukan kewajibannya sebagai seorang mahasiswa yakni belajar.

Acha mengatakan bahwa kunci mengikuti lomba di tingkat nasional hingga internasional yakni semangat dan percaya diri yang tinggi.

Melalui semangat dan percaya diri yang tinggi dapat menjadikan motivasi untuk tetap optimis menjadi juara ketika berlomba.

“Tentu saya senang dan bangga, karena ini merupakan lomba yang tidak mudah untuk mendapat juara I tingkat internasional. Saya tidak akan puas sampai di sini, ke depannya akan terus melatih diri sendiri agar dapat terus mengembangkan kemampuan dan mengambil kesempatan untuk mengikuti perlombaan lainnya di bidang Taekwondo,” tuturnya.

Acha berpesan, khususnya bagi seluruh mahasiswa Unair untuk dapat terus mengembangkan diri tidak hanya di bidang akademik, melainkan juga di bidang non-akademik sesuai minat dan bakat masing-masing.

Berani mencoba hal baru merupakan langkah awal untuk mampu mengembangkan kemampuan non-akademik.

“Melalui pengembangan diri di bidang non-akademik, kita bisa banyak belajar untuk mempersiapkan diri membentuk mental kompetitor menjadi juara. Tentunya dengan diiringi kerja keras dan doa, menjadikan segala usaha kita menuju juara lebih dimudahkan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *