Terkini

Sat Lantas Polres Magetan Tepis Isu Wisata Sepi Karena Rekayasa Lalu Lintas

557
×

Sat Lantas Polres Magetan Tepis Isu Wisata Sepi Karena Rekayasa Lalu Lintas

Sebarkan artikel ini
Wisata Magetan
Kasatlantas Polres Magetan AKP Sony Suhartanto saat ditemui awak media

BERITABANGSA.ID, MAGETAN – Belakangan ada isu yang menyebut sepinya wisata di Magetan akibat rekayasa lalu lintas.

Sehingga Kasatlantas Polres Magetan, AKP Sony Suhartanto, menepis anggapan keliru itu.

Sony, menilai statement yang dilontarkan sejumlah pihak terkait penyebab sepinya pengunjung di tempat wisata, adalah keliru dan tidak tepat, Sabtu (20/4/2024).

“Itu jelas tidak tepat. Rekayasa arus lalu lintas dengan sistem buka tutup itu adalah akibat. Bukan sebab. Jika arus lantas sudah padat, maka 10-20 menit diterapkan rekayasa lantas,” ujarnya.

Jika ada pernyataan yang menyebut rekayasa arus lantas sebagai pemicu sepinya kunjungan wisata, hal itu belum ada bukti hasil penelitian.

“Masyarakat mau atau tidak ke tempat wisata, bukan karena sistem buka tutup jalur atau sistem pengurai kemacetan diberlakukan. Tapi, minat dan dorongan tiap individu,” ujarnya.

Sehingga tidak benar jika sistem pengurai kemacetan disebut pemicu sepinya wisatawan.

Untuk itu pihaknya akan menemui sejumlah pengelola wisata untuk menjelaskan masalah miss komunikasi itu.

“Jujur saja berita itu, kami baru tahu. Tentu sangat disayangkan karena tidak ada yang konfirmasi ke saya,” akunya.

Jika konfirmasi maka asumsi berita dan opini berita soal rekayasa arus lalu lintas tidak akan dipahami pemicu sepinya wisatawan.

Sepinya wisatawan tentu banyak faktor, salah satunya kurang sosialisasi, kurang promosi. Beda dengan ikon wisata Magetan Telaga Sarangan, minat wisatawan masih cukup tinggi.

“Selama ini di Kabupaten Magetan ada telaga Sarangan. Buktinya pengunjung Sarangan dan Mojosemi masih ramai dan malah meningkat tahun ini,” tandasnya.

Saat libur lebaran 2024 lalu Polres Magetan melakukan rekayasa lalu lintas sistem buka tutup jalur jika arus ke telaga Sarangan macet.

Di situ bahkan menekan angka kecelakaan 75%, dan tidak ada kemacetan.

“Sejumlah personel untuk mengurai kepadatan dapat menekan angka kecelakaan hingga 75% menurun drastis dibanding tahun lalu,” pungkasnya.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *