Pemerintahan

Pemkab Jember Launching Katana Jelang Musim Hujan

52
×

Pemkab Jember Launching Katana Jelang Musim Hujan

Sebarkan artikel ini
Katana
Bupati Jember, Hendy Siswanto, foto bersama Ketua TP-PKK Jatim, Arumi Bachsin, dan stakeholder terkait usai apel gelar logistik dan peralatan serta peresmian tenda edukasi pendidikan bencana di Alun-alun Jember. (Foto: Zainul Hasan/beritabangsa.id)

BERITABANGSA.ID – JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat melaunching program keluarga tangguh bencana (Katana) di Alun-alun Jember, Senin (4/12/2023).

Program Katana dibentuk untuk mengantisipasi tingginya potensi ancaman dan jumlah masyarakat yang terpapar risiko bencana.

“Katana ini belum pernah ada di Jember. Jadi akan kita besarkan,” ucap Hendy seusai apel gelar logistik dan peralatan serta peresmian tenda edukasi pendidikan bencana di Alun-alun Jember.

Katana menyusul program lainnya yang telah lebih dulu dibentuk oleh Pemkab Jember, diantaranya relawan sosial taruna siaga bencana (Tagana), desa tangguh bencana (Destana), dan lainnya.

“Kita sudah punya 114 Destana di Kabupaten Jember. Mereka punya berbagai peralatan yang dipersiapkan baik dari instansi maupun para relawan (untuk menanggulangi bencana alam – red),” ujar Hendy.

Dengan demikian, Hendy mengimbau kepada seluruh jajarannya mulai tingkat OPD hingga desa, agar selalu waspada saat memasuki musim hujan mendatang.

“Kita jangan sampai lengah, mulai camat, lurah, Kades, RT/RW, pemuda, kawan-kawan semuanya. Silakan dilihat wilayahnya masing-masing. Kalau terjadi hujan terus-menerus, apalagi banjir, segera diinformasikan,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Kepala BPBD Jember, Widodo Julianto, mengatakan Katana merupakan bagian terkecil dari program pemerintah dalam upaya penanggulangan bencana.

“Jadi edukasi penanggulangan bencana itu harus dimulai dari keluarga. Kalau terjadi bencana harus bagaimana, tingkat kesiagaannya seperti apa. Sehingga begitu kita ambil untuk keperluan emergency, mereka sudah ada (peralatan penanggulangan bencana – red),” ujar Widodo.

Meski telah dibentuk, namun Katana masih berupa konsep dan belum memiliki wujud real maupun anggota seperti Destana maupun Tagana.

“Karena ini pembentukan pertama kali di Jember. Targetnya nanti minimal di daerah-daerah atau orang yang hampir sepanjang tahun jadi korban bencana seperti banjir dan lainnya,” pungkas Widodo.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *