Advertorial

Pemkab Bondowoso dan MUI Siap Kawal Pemilu Damai

463
×

Pemkab Bondowoso dan MUI Siap Kawal Pemilu Damai

Sebarkan artikel ini
Pemilu Damai
Pemkab Bondowoso dan MUI saat Multaqo Ulama, siap kawal Pemilu 2024

BERITABANGSA.ID, BONDOWOSO – Pemerintah Kabupaten Bondowoso bersama para ulama dari berbagai wilayah di Bondowoso berkumpul di Pendapa Ki Raden Bagus Asra.

Mereka berkumpul dalam acara “Multaqo Ulama Umara’ bersama Mengawal Pemilu Damai” yang diselenggarakan Bagian Kesra Pemkab dan MUI Bondowoso, di Pendapa, Sabtu (25/11/2023).

Scroll untuk melihat berita

Selain itu, mereka juga berkomitmen bersama mengawal Pemilu 2024 damai.

Pj Bupati, Bambang Soekwanto, melalui Pj Sekda Bondowoso, Haeriyah Yulianti, mengatakan, pihaknya sebagai pemerintah daerah berkomitmen untuk menyelenggarakan Pemilu yang aman, tertib, dan jujur.

Untuk mewujudkan itu, pemerintah daerah akan bekerja sama dengan aparat keamanan, dan instansi terkait.

Dia menilai sebagai bagian dari demokrasi memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan bahwa Pemilu harus berlangsung secara jujur, adil dan damai.

“Kehadiran ulama dan umara’ di sini juga sangat berarti. Karena kebijaksanaan dan pandangan mereka akan memberikan arahan bagi kita semua,” jelasnya.

Ia turut mengajak agar semua elemen masyarakat, terutama para ulama umara, tokoh agama, dan tokoh masyarakat untuk menjaga semangat kebersamaan dan persatuan di tengah perbedaan pilihan politik.

Tak terkecuali, para calon tim sukses, serta masyarakat harus menjalani proses Pemilu dengan sikap yang santun serta mengedepankan nilai-nilai keadilan.

“Jangan biarkan perbedaan pandangan politik memecah belah kita,” tegas wanita yang kini juga menjabat sebagai Asisten 1 Pemkab Bondowoso itu.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum MUI Jawa Timur, Prof Doktor Haji Abdul Halim Subahar, menegaskan, secara kelembagaan pihaknya tak memihak siapa pun.

Namun, dipersilakan bagi individu anggota MUI untuk berpendapat, karena tiap anggota MUI memiliki kriteria.

“Tapi yang paling penting, siapa pun yang terpilih itu harus bisa menjamin kemaslahatan,” jelasnya.

Di lain sisi, ia pun meminta seluruh pihak agar menyebarkan kedamaian dan tidak menyebarkan berita bohong.

Artinya, yaitu menebarkan dakwah MUI yang mengembangkan paham perilaku yang moderat, pemahaman yang menciptakan kedamaian.

“Karena MUI wadah musyawarah, silaturahmi, pemberi fatwa, dan MUI sebagai representasi dari umat Islam,” pungkasnya.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *