BERITABANGSA.ID – LUMAJANG – Aliansi Penegak Demokrasi dan Keadilan Rakyat (Pendekar) Kabupaten Lumajang, diminta tidak berhenti dalam menjaga lingkungan.
Demikian diungkap Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lumajang Haji Akhmat, sewaktu menghadiri acara kegiatan penghijauan yang diselenggarakan Aliansi Pendekar Kabupaten Lumajang, Sabtu (11/11/2023), di Dusun Kamar Kajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro.
“Kami juga bangga kepada anak-anakku yang dari lembaga pendidikan yang tadi sudah disebutkan luar biasa semangatnya, dan semua aliansi LSM semuanya yang hadir yang tidak bisa kami sebut satu persatu,” kata H Akhmat.
Politisi PPP ini juga berterima kasih atas kegiatan penanaman ini, sebagai wujud kebudayaan yang tidak bisa dirasakan 1-5 tahun ke depan, namun anak-anak cucu yang akan menikmatinya.
“Kami, legislatif berterima kasih sudah diundang, kami tadi bicara banyak dengan Ketua Pendekar, ini pendidikan luar biasa, kami berharap jangan berhenti jaga lingkungan, siapa lagi kalau bukan kita,” bebernya.
Menirukan apa yang diucapkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lumajang, wakil rakyat asal Kecamatan Jatiroto ini mengatakan, kapan lagi kalau bukan sekarang.
“Jadi sekali lagi saya sampaikan, terima kasih tetap semangat bagaimana pun ini adalah tanggung jawab kita bersama, tidak bisa hanya aliansi saja yang ada di sini, semua seperti golongan ini harus terlibat,” tambahnya.
Haji Akhmat tadi juga melihat semuanya, hal ini luar biasa semangatnya, pihaknya merasa bangga.
“Semoga kekuatan yang kita laksanakan ini, bisa bermanfaat tidak hanya kepada diri kita, namun bisa bermanfaat untuk masyarakat banyak,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala DLH Kabupaten Lumajang, Hertutik, sempat mengobrol santai dengan Ketua Aliansi Pendekar Kabupaten Lumajang, Gus Mamak, terkait penyelamatan lingkungan di sini.
“Tadi saya sudah berbincang-bincang dengan Gus Mamak, untuk menyelamatkan pohon di area sini penanaman pada hari ini akan menggunakan sistem penyuntikan pada pohon, yaitu pohon diberikan asupan air melalui bekas tempat sampah dari media air minum,” pinta Hertutik.
Hertutik berpesan, sekaligus nanti Gus Mamak, mengantisipasi pohon ini agar tidak mengalami stunting atau kekerdilan, maka di botol yang di sampah dimasukkan ke situ, karena lambat laun itu sampai yang hancur juga akan mendatangkan asupan gizi bagi tanaman yang ditanam.
“Mungkin itu yang perlu kami sampaikan sekali lagi, ayo selamatkan bumi, untuk itu lingkungan selamatkan masa depan,” pungkasnya.
>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id


















