Publik Service

Penyuluhan Problem Tumbuh Kembang ke Para Ibu di Desa Plalangan

159
×

Penyuluhan Problem Tumbuh Kembang ke Para Ibu di Desa Plalangan

Sebarkan artikel ini
Penyuluhan
Susi Wahyuning Asih menerangkan tentang pencegahan problem tumbuh kembang kepada para ibu di Desa Plalangan. (Foto: Guntur Rahmatullah/ Beritabangsa.id)

BERITABANGSA.ID – JEMBER – Akademisi Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Kabupaten Jember memberikan penyuluhan Problem Tumbuh Kembang kepada para ibu di Desa Plalangan, Kecamatan Kalisat, Jember, Senin 23 Oktober 2023.

Penyuluhan ini merupakan program kerja Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) proyek kemanusiaan, yang digelar oleh sejumlah mahasiswa Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian dan Prodi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unmuh Jember.

Scroll untuk melihat berita

Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Unmuh Jember, Susi Wahyuning Asih menyampaikan pihaknya menggunakan istilah Problem Tumbuh Kembang (PTK) sebagai pengganti diksi Stunting.

Hal ini sesuai arahan Bupati Jember Hendy Siswanto untuk menggunakan PTK, dengan pertimbangan bahwa diksi ‘stunting’ telah menjadi stigma negatif bagi masyarakat Jember. Kemudian juga kesan mantan penyandang stunting akan terus melekat.

“Problem Tumbuh Kembang itu adalah gagal tumbuh dalam 1000 hari pertama dalam kehidupan mulai di kandungan hingga lahir usia 2 tahun,” ujar Susi.

Selama masa awal kehidupan itu, Susi mengajak para ibu untuk menjaga asupan gizi seimbang hingga pola pengasuhan yang baik. Sebab, terdapat ancaman infeksi yang dipengaruhi oleh lingkungan, makanan yang dikonsumsi, serta air baik air untuk sanitasi maupun air untuk diminum.

Kemudian untuk ciri-ciri problem tubuh kembang yaitu tinggi serta berat badannya tidak sama dengan anak sebayanya melebihi batas normal yang ditetapkan World Health Organization (WHO).

“Misalkan anak usia 2 tahun, berat badannya seharusnya lebih dari 10 kilogram, serta tingginya minimal 100cm, ternyata kenyataannya di bawah itu yang kita dapati maka kita harus waspada,” terangnya.

Sementara itu, dosen Faperta Unmuh Jember, Fefi Nurdiana Widjayanti mengatakan, setelah penyuluhan ini, dia akan memberikan pelatihan membuat produk abon dan kerupuk dari ikan lele.

“Jadi dengan adanya produk tersebut, masyarakat bisa mandiri ekonominya serta terjaga juga gizinya sehingga bisa mencegah problem tumbuh kembang,” ujar Fefi.

Fefi menyebut, pelatihan tersebut akan dimulai pada dua minggu mendatang.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *