Bekali Anak
Kedua narasumber sekaligus mentor masing-masing memberikan pembekalan seputar news anchor, reporter dan master of ceremony (MC).
Adapun peserta yang ikut dalam pembekalan ini terdiri dari siswa SD dan SMP Yayasan Khadijah yang mempunyai minat di bidang public speaking.

Seluruh peserta tampak antusias dalam mengikuti arahan dan pembekalan dari masing-masing mentor, sesekali mereka mempraktikkan apa yang sudah disampaikan oleh mentor mereka.
Monalisa Novitasari yang menjadi mentor dari siswa SD ini memberikan tips-tips ketika menghadapi audience agar tidak terlihat nervous atau minimal mengurangi grogi.
Sedangkan Yasin Ahmad yang menjadi mentor siswa SMP lebih kepada tata cara dan sikap serta gerak tubuh saat berada di atas panggung ketika membawakan suatu acara.
Dikatakannya, gerak tubuh, sikap dan pengaturan intonasi suara sangat dibutuhkan untuk menarik perhatian audience.
“Bedakan antara acara formal dan non formal, jadi kita harus tahu, kapan suara kita harus tinggi dan kapan harus lembut,” tuturnya.
Saat yang sama, Monalisa berharap dari pembekalan pada acara PeCi yang kedua ini, bisa melahirkan presenter-presenter handal.
“Tidak mustahil nanti mereka-mereka ini bisa ke luar negeri mewakili Khadijah sebagai peserta representatif dari Khadijah sendiri,” jelasnya.
Dalam pembekalan ini Monalisa lebih menekankan pada rasa percaya diri anak (self confidence) yang menurutnya masih kurang.
Ketika self confidence ini dibangun sejak dini, maka dengan sendirinya mental anak-anak semakin kuat dan akan selalu siap menghadapi audience.
Monalisa menambahkan, untuk membangun self confidence sendiri, ia melatih para siswa beberapa hal, diantaranya, prepare, planning, action dan evaluation.
Apalagi, lanjut Monalisa, pada pembekalan kali ini, siswa akan mempraktikkan MC dalam bahasa Inggris.
“Hal ini penting dilakukan agar anak-anak dalam membawakan suatu acara tampil tanpa ada keragu-raguan,” tandasnya.
Salah satu siswa SD Khadijah, Narendra Nafa Rizki, kelas IV, mengaku senang bisa mengikuti acara PeCi kali ini dan iapun berniat akan mengikuti lomba setelah mendapatkan pembekalan dari mentornya.
“Seru, nanti kalo ada lomba, saya mau ikut,” ujar anak yang bercita-cita ingin jadi seorang guru ini.
>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id


















