Pendidikan

Unusa Satu-Satunya PTNU Miliki Skema Sertifikasi Kompetensi

192
×

Unusa Satu-Satunya PTNU Miliki Skema Sertifikasi Kompetensi

Sebarkan artikel ini
sertifikasi kompetensi

Selain itu, Aziz juga mengingatkan kepada para peserta asesor pelatihan kompetensi, bahwa tugas seorang asesor kompetensi adalah melakukan penilaian dan evaluasi terhadap kemampuan dan kompetensi seseorang dalam bidang tertentu.

Asesor kompetensi harus memahami standar kompetensi yang berlaku dalam bidang yang sedang dinilai. Mereka perlu mengkaji dokumen-dokumen referensi, seperti kerangka kualifikasi, unit kompetensi, atau deskripsi pekerjaan, untuk menentukan kriteria penilaian yang akan digunakan.

“Tugas seorang asesor kompetensi dapat berbeda tergantung pada konteksnya, seperti asesor dalam pendidikan formal, asesor dalam lingkungan kerja, atau asesor yang bekerja secara independen. Namun, fokus umumnya tetap pada penilaian kemampuan dan memberikan rekomendasi untuk pengembangan kompetensi individu,” ungkapnya.

Direktur LSP Unusa, Ir. Sukemi mengatakan, bahwa kegiatan terdiri dari dua rangkaian yakni pelatihan dan ujian. Kegiatan ini awalnya dilaksanakan selama lima hari namun ditambah menjadi enam hari karena melihat kesibukan para asesor kompetensi yang beragam sehingga kita berikan waktu lebih, LSP Unusa terus mensupport peningkatan kualitas para asesor kompetensi.

Saat ini Unusa sudah memiliki skema yang mewakili masing-masing Prodi.

“Alhamdulillah, Unusa memiliki 31 Skema Sertifikasi sehingga dari banyaknya skema diperlukan juga banyak asesor yang profesional untuk memastikan kompetensi mahasiswa sekaligus mendukung mahasiswa mendapat jenjang karir yang diinginkan setelah lulus nantinya. Pelaksanaan Pelatihan Asesor Kompetensi ini menghadirkan Prapto Rusianto, M.Psi., Psi dan Dr. Sumiati, M.M sebagai Master Asesor BNSP. Kegiatan bertujuan meningkatkan pengetahuan serta kualitas penguji dan mewujudkan tenaga-tenaga asesor kompetensi yang profesional dalam keahlian masing-masing sesuai skema yang dimiliki,” ungkapnya.

Kesempatan yang berbeda, Sekretaris LPTNU Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ahmad Suaedy menyampaikan bahwa sampai saat ini tercatat ada sekitar 500 perguruan tinggi yang berafiliasi dengan NU.

Namun, baru ada 300 perguruan tinggi yang secara formal terhubung dengan NU, 40-an di antaranya yang langsung di bawah manajemen PBNU.

“Dari ratusan perguruan tinggi yang ada, 90 persen di antaranya berada di Pulau Jawa dari sisi lokasinya dan 90 persen perguruan tinggi yang hanya fokus pada studi agama. Oleh karena itu, kami akan berupaya untuk melakukan pemerataan, baik secara jumlah untuk di luar Jawa, maupun secara program studi,” ungkapnya.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60