Politik

Bakesbangpol Jember Gelar Sosialisasi Pemilu 2024 di Desa Bagorejo

336
×

Bakesbangpol Jember Gelar Sosialisasi Pemilu 2024 di Desa Bagorejo

Sebarkan artikel ini
Bakesbangpol
Kepala Bakesbangpol Jember (tengah), Edi Budi Susilo, dalam acara Sosialisasi Pemilu 2024 di Balai Desa Bagorejo, Selasa (30/5/2023). (Foto: Diskominfo Jember for Beritabangsa.id)

BERITABANGSA.ID – JEMBER – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jember menggelar sosialisasi pemilihan umum (Pemilu) serentak 2024 di Balai Desa Bagorejo, Kecamatan Gumukmas, Selasa (30/5/2023).

Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat pada Pemilu mendatang, untuk mewujudkan kehidupan demokrasi yang berkualitas.

Kepala Bakesbangpol Jember, Edi Budi Susilo, dalam arahannya mengajak seluruh perangkat kecamatan maupun desa, tokoh agama, tokoh masyarakat dan kelompok muda untuk menyosialisasikan Pemilu kepada masyarakat sekitar secara massif.

“Saya berharap, masyarakat tidak apatis dan menggunakan hak pilihnya pada Pemilu dan Pemilukada tahun mendatang,” ucapnya.

Tak main-main, Edi sampai menggunakan berbagai metode dan berbagai media seperti media cetak, elektronik, banner, pamflet hingga bertatap muka dengan masyarakat demi mencapai target Pemilu.

“Kita juga menggunakan media wayang, soalnya mereka suka wayang. Yang penting, pemilu ke depan menjadi Pemilu yang bahagia dan yang demokratis. Harapannya, masyarakat ikut mencoblos dan memakai hak pilihnya,” bebernya.

Di sisi lain, Bupati Jember Hendy Siswanto, juga melakukan hal yang sama dengan Kepala Bakesbangpol.

Di beberapa kesempatan, Hendy mengajak kepala desa untuk meningkatkan jumlah partisipasi masyarakat pada Pemilu 2024 hingga diatas 90 persen.

Di mana pada Pemilu sebelumnya, tingkat partisipasi masyarakat hanya kisaran 70 sampai 80 persen, sedangkan Pemilukada sebanyak 55 hingga 60 persen.

Bagi kepala desa yang berhasil mencapai target partisipasi masyarakat diatas 90 persen, Hendy bakal mengganjar dengan hadiah senilai Rp200 juta.

“Hadiah tersebut bisa dalam bentuk proyek dan menggunakan dana di luar DD dan ADD. Untuk itu, setiap kepala desa terpilih bebas mengusulkan proyek yang sesuai dengan kebutuhan desa mereka masing-masing. Tentunya, yang menjadi prioritas,” pungkas Hendy.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *