Ekonomi dan Bisnis

Cuaca Ekstrem Harga Ikan di Kota Probolinggo Merangkak

122
×

Cuaca Ekstrem Harga Ikan di Kota Probolinggo Merangkak

Sebarkan artikel ini
Harga ikan
Stok ikan yang minim akibat cuaca ekstrem, membuat harga ikan di Kota Probolinggo mulai merangkak naik

BERITABANGSA.COM-PROBOLINGGO – Harga ikan di Kota Probolinggo mulai merangkak naik, hal ini dikarenakan stok yang minim akibat cuaca ekstrem. Kenaikannya mencapai 15- 20 persen.

Pantauan beritabangsa.com, pada Selasa, (03/01/2022), sejumlah nelayan memilih untuk tidak melaut akibat cuaca ekstrem sehingga mereka menunda mencari ikan.

Akibatnya, stok ikan menipis. Akibat selanjutnya harga ikan merangkak naik. Seperti kondisi di Pasar Ikan Mayangan, Kota Probolinggo.

Beberapa ikan semisal jenis Krese yang sebelumnya Rp30 ribu per kilogram (Kg) kini menjadi Rp40 ribu per Kg. Cumi-cumi, dari Rp55 ribu per Kg jadi Rp80 ribu per Kg.

Selanjutnya, ikan Salem Rp15 -20 ribu per Kg, saat ini meningkat menjadi Rp24 ribu per Kg.

Menurut Edy, salah satu pedagang di Pasar Ikan Mayangan mengatakan, naiknya harga ikan terjadi sejak seminggu karena stok ikan minim.

“Kondisi cuaca di perairan berdampak bagi nelayan, sehingga stok ikan minim dan harganya semakin naik,” ucap Edy.

Ia sedikit khawatir, jika harga terus naik pelanggan yang biasa membeli bisa kabur. Sebab, sejauh ini ia hanya mengandalkan usaha jualan ikan.

“Semoga stabil kembali, biar para pembeli bisa tinggi dan cuaca juga semakin stabil,” harapnya.

Salah satu pembeli ikan, Wawan juga mengatakan jika ia mulai mengurangi jumlah pembelian ikan. Sebab, sebagai pedagang empek-empek ia mau tidak mau harus membeli ikan.

“Karena usaha ini, mau tidak mau harus beli ikan. Karena sebagai bahan pokok untuk dagangan saya,” jelas Wawan.

Ia pun berharap, harga ikan makin stabil dan cuaca juga kembali normal agar stok ikan banyak harga pun turun.

Sementara itu, salah satu nelayan Kota Probolinggo Hasanuddin juga mengatakan,angin kencang dan cuaca ekstrem menjadi faktor utama stok ikan minim.

“Akibatnya, membuat harga ikan terus naik. Kami sadar, faktor cuaca ekstrem sebagai penyebab, tapi sangat beresiko jika ini dipaksakan,” jelasnya.

Ia pun hanya berani melaut namun di sisi pinggiran saja. Akibatnya, ikan yang ia dapat pun tidak maksimal tidak seperti cuaca normal.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *