Humanity

UB dan PKH Malang Sinergi, Datangkan Mesin Pellet Pakan Ternak

63
×

UB dan PKH Malang Sinergi, Datangkan Mesin Pellet Pakan Ternak

Sebarkan artikel ini
pkh
perwakilan dari Universitas Brawijaya Malang (tiga dari kiri) saat menyerahkan secara simbolis bantuan pada perwakilan PKH Desa Dawuhan Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang

BERITABANGSA.COM-MALANG – Universitas Brawijaya Malang menjalin kerjasama dengan program keluarga harapan (PKH) di Kabupaten Malang memberi mesin mixer pellet pakan ternak dan pembelajaran budidaya Ayam Joper.

Ketua tim pengabdian, Ronu Mustofa, mengatakan, pihaknya menyerahkan mesin mixer pakan pellet dan peresmian Budidaya Ternak Ayam Joper pada KPM (Keluarga Penerima Manfaat) Desa Dawuhan, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.

“Pemberian ini dalam rangka pengabdian kami pada masyarakat serta kemandirian penerima manfaat dalam berwirausaha terutama budidaya ayam Joper. Penyerahan bantuan mesin mixer pellet dan budidaya ayam Joper dilaksanakan di Desa Dawuhan Kecamatan Poncokusumo. Saya dalam kegiatan pengabdian ini dibantu oleh Muhammad Anugrah Ramadhan dan Rizqi Putra Satria Mahasiswa Fakultas Peternakan UB dalam pengembangan budidaya ayam koper,” kata Roni, Kamis (10/11).

Roni menambahkan, pihaknya memilih budidaya ayam Joper dikarenakan ayam ini tentu lebih unggul karena hanya membutuhkan waktu 60-70 hari untuk panen.

Ayam ini merupakan keturunan dari hasil persilangan antara jantan ayam kampung dengan betina petelur coklat dengan tujuan untuk produksi daging.

“Sejak tahun 1990, ayam Joper mulai dilirik pelaku bisnis dan mulai diterima oleh masyarakat sebagai pengganti ayam kampung. Ayam ini merupakan persilangan yang cukup populer di kalangan peternak ayam kampung karena masa panennya yang cepat,” terang Roni.

Tim pengabdian akan melakukan pendampingan secara bertahap dari pengolahan pakan, pengolahan limbah, recording hingga pemasaran produksi.

“Selain itu kami akan melakukan monitoring dan controlling bersama pendamping dari pihak PKH. Pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan menjadi modal bagi KPM penerima manfaat dari PKH dalam mengembangkan budidaya ternak ayam joper yang bernilai jual cukup tinggi sehingga kesejahteraan keluarganya meningkat,” tandas Roni.

Sementara itu, Karuniawan Puji Wicaksono, selaku Direktur Direktorat Kerjasama dan Internasionalisasi menyampaikan, pemberdayaan itu bersifat inklusif yang mana melibatkan semua pihak yang terlibat di dalamnya. Pembangunan ini masih bersifat kecil, akan tetapi bisa menjadi contoh untuk pembangunan di daerah lain.

“Kerjasama antara pihak kampus dengan pemerintah menjadi poin yang cukup menarik dalam hal pembangunan di beberapa daerah, misal dari regional bahkan sampai nasional”, ujar Karuniawan Puji Wicaksono.

Karuniawan berharap peresmian ini bukan hanya sekadar seremonial saja, tetapi memiliki implikasi dan dampak nyata bagi seluruh pihak yang terlibat.

“Harapan saya kegiatan ini membawa manfaat dalam pengembangan dan wawasan budidaya ayam Joper pada 64 orang peserta yang hadir ini,” beber Kurniawan.

Salah satu narasumber dosen sekaligus Dekan Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya, Profesor Suyadi, memberikan arahan tentang budidaya ternak ayam Joper.

“Ayam pedaging yang awalnya panen di hari ke-120, sekarang bisa dipanen pada hari ke-32. Hal ini bisa terjadi dikarenakan inovasi teknologi, adapula yang perlu diperhatikan dalam budidaya ayam Joper ini yaitu, bibit, pakan, kandang, penanganan penyakit sampai pemasarannya untuk perputaran ekonomi,” pungkas Profesor Suyadi.

Hadir dalam penyerahan bantuan itu, Camat Poncokusumo, KPM dan Pendamping PKH, Koordinator Regional PKH, Dinas Sosial, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang, Dekan Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya, Direktur Direktorat Kerjasama dan Internasionalisasi Universitas Brawijaya dan Tenaga Ahli MPR RI.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *