Kesehatan

DBD Renggut 4 Nyawa, Dinkes Malang Warning Kebersihan Lingkungan

81
×

DBD Renggut 4 Nyawa, Dinkes Malang Warning Kebersihan Lingkungan

Sebarkan artikel ini
Waspada demam berdarah

BERITABANGSA.COM-MALANG – Kasus Demam Berdarah Dengeu (DBD) di Kabupaten Malang sudah merenggut 4 nyawa, untuk itu Dinas Kesehatan mengajak dan mewarning masyarakat berpola hidup sehat dan fogging daerah endemik.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Mursyidah, mengatakan, kasus DBD di Kabupaten Malang, ada 4 orang meninggal dari jumlah 590 di periode Januari – Agustus 2022.

“Dari data itu, kasus DBD terbanyak di Kecamatan Tirtoyudo ada 61 kasus DBD, Pakisaji 52 dan Kepanjen 51 kasus, sedang yang meninggal ada di Kecamatan Ngajum 2 orang, Kromengan 1 orang dan Bululawang 1 orang,” kata Mursyidah, Kamis (1/9/2022).

Dinkes Kabupaten Malang terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat dengan selalu menjaga kebersihan lingkungan serta melakukan fogging.

“Untuk itu kami mengimbau masyarakat menjaga kebersihan di lingkungan. Lakukan Fogging di daerah terserang. Waspadai belakangan ini bertambahnya tempat perkembangbiakan nyamuk akibat curah hujan,” jelas Mursyidah.

Dari laporan kasus DBD di setiap Puskesmas di Kabupaten Malang, Puskesmas Tirtoyudo terbanyak menerima pasien kasus DBD dengan jumlah pasien 95 orang.

Disusul Puskesmas Ngajum ada 60 pasien dan Puskesmas Pakisaji 49 orang, dan angka kasus terendah di Kecamatan Ngantang 1 orang.

“Untuk Puskesmas yang merawat pasien BDB yang terbanyak Kecamatan Tirtoyudo sebanyak 95 pasien, Puskesmas Ngajum 60 dan Puskesmas Pakisaji 49 pasien, sedangkan Puskesmas yang menerima kasus DBD terendah adalah Puskesmas Ngantang hanya 1 orang pasien,” beber Mursyidah.

Mursyidah berharap kasus DBD di Kabupaten Malang ini bisa turun dan tidak ada lagi pasien yang meninggal.

“Harapan saya ke depan di Kabupaten Malang tidak ada lagi pasien DBD meninggal dan kami akan terus memantau dan memberikan edukasi pada masyarakat untuk selalu hidup sehat dan menjaga kebersihan lingkungan karena itu syarat utama kita bisa mengatasi kasus DBD ini,” pungkas Mursyidah.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *