Sejarah

Ritual Jamasan Tombak Kiai Upas Tulungagung

43
×

Ritual Jamasan Tombak Kiai Upas Tulungagung

Sebarkan artikel ini
Bupati Tulungagung
Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo melaksanakan prosesi jamasan tombak Kiai Upas

BERITABANGSA.COM-TULUNGAGUNG- Upacara adat berupa ritual jamasan pusaka Kanjeng Kiai Upas dilaksanakan di halaman gedung Arsip Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Tulungagung, Kelurahan Kepatihan, Jumat (12/08/2022).

Ritual jamasan kali ini dihadiri pejabat Forkopimda, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung, Camat, Lurah Kepatihan, Warga Kasepuhan Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI), Anggota Paguyuban Permadani DPD Kabupaten Tulungagung, Keluarga Pringgo Koesoeman dan seluruh Wadya Wimbasara.

Ritual jamasan pusaka Kanjeng Kiai Upas dilaksanakan sekali dalam setahun, tepat pada penanggalan jawa 10 bulan Sura.

Dalam catatan buku sejarah, Kiai Upas adalah sebuah pusaka berbentuk tombak dengan panjang bilah tidak kurang dari 35 cm ditopang landhean (kayu pegangannya) 4 meter.

Bupati Tulungagung Maryoto Birowo, tampak hadir menyaksikan prosesi jamasan pusaka tersebut. Bahkan, Bupati ikut serta dalam proses pengambilan pusaka dari dalam ruangan khusus, kemudian dibawa ke panggung ritual jamasan.

“Kegiatan ini sudah dilakukan oleh masyarakat Tulungagung sejak jaman bupati pertama,” ucap Maryoto Birowo

“Prosesi Jamasan diselenggarakan karena merupakan budaya para leluhur yang telah dilaksanakan secara turun temurun setahun sekali setiap hari Jumat tanggal 10 Suro dalam penanggalan Jawa,” tambahnya

Menurut Maryoto bukan menjadi rahasia umum bahwa Pusaka Tombak Kanjeng Kiai Upas telah terbukti mampu membentengi wilayah Kabupaten Tulungagung dan seluruh masyarakat, sebagaimana dikisahkan dalam sejarah bahwa pada masa penjajahan, tentara Belanda tidak dapat memasuki wilayah Tulungagung.

“Dengan adanya pusaka Kiai Upas ini menimbulkan daya mental dan spirit masyarakat yang luar biasa. Pada akhirnya, mendapat perhatian khusus dari masyarakat Tulungagung dalam bentuk upacara adat ritual Jamasan Pusaka Kanjeng Kiai Upas yang dilaksanakan setiap bulan Sura,” paparnya

Sementara Kepala Disbudpar Kabupaten Tulungagung Bambang Ernawan, menyampaikan, upacara Jamasan pusaka tombak Kiai Upas ini mempunyai tujuan untuk mengenang sejarah masa lampau dan mengembangkan nilai-nilai tradisi para leluhur yang adi luhung.

“Pelaksanaan Jamasan ini rutin diadakan setiap tahun, karena merupakan bagian dari program nasional tentang pengelolaan keaneka ragaman budaya lokal yang wajib diberdayakan, ditumbuh kembangkan dan dilestarikan,” paparnya.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *