Terkini

KH Abdul Hamid Wahid: Penguatan SDM dalam Menghadapi Persaingan Global

71
×

KH Abdul Hamid Wahid: Penguatan SDM dalam Menghadapi Persaingan Global

Sebarkan artikel ini
KH Abdul Hamid Wahid
KH Abdul Hamid Wahid saat pemaparan materi dalam seminar sehari yang di gelar di Islamic Center Kraksan

BERITABANGSA.COM-PROBOLINGGO – Indonesian Tamaddunis Forum (ITF) menggelar Seminar Sehari bertajuk “Memulihkan Bersama Kabupaten Probolinggo di Tengah Persaingan Masyarakat Global” yang bertempat di Gedung Islamic Center, Kraksaan, Kamis (11/8/2022).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh tiga narasumber, pertama KH dr Haris Damhuri (Ketua HKTI Probolinggo), kedua KH Abdul Hamid Wahid (Rektor Universitas Nurul Jadid) dan ketiga Prof Asror Yusus (Guru Besar IAIN Kediri).

KH Abdul Hamid Wahid menyampaikan, kunci di era global adalah masyarakat harus banyak bicara dan banyak mengisi di beberapa sektor dengan penguatan SDM yang memadai.

“Kita ketahui bersama dalam memulihkan persaingan masyarakat global bukan hanya bersifat lokal melainkan nasional bahkan internasional,” ucapnya.

Indonesia menuju globalisasi sedang terhambat yang disebabkan oleh perang antara Rusia dan Ukraina yang berdampak hingga ke Indonesia. “Seperti halnya naiknya sekian persen bahan bakar,” sambungnya.

Perjalanan globalisasi tidak berjalan dengan lancar. “Globalisasi tidak berjalan secara linier, pada tahun 1992 seluruh kepala negara berkumpul di Istana Bogor membahas di tahun 2020 akan masuk era Globalisasi namun perjalanan tersebut tidak berjalan mulus bahkan terhambat,” katanya.

Lebih-lebih adanya Industri 4.0 membuat kecanggihan mesin yang mengharuskan manusia kreatif. “Kondisi ini menuntut SDM manusia berkualitas,” ujarnya.

Gus Hamid sapaan akrabnya, menambahkan, ada beberapa hal yang dapat kita persiapkan, diantaranya, pembangunan manusia di sektor pendidikan, peningkatan peran budaya pembangunan, menguasai ilmu teknologi dan peningkatan derajat kesehatan.

“Ekonomi merupakan pilar utama dalam global. Indonesia akan bersaing dengan ekonomi tradisional,” pungkasnya.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *