Publik Service

Akses Jalan ke Pedati Rusak, Kades dan Warga Todong Bupati

50
×

Akses Jalan ke Pedati Rusak, Kades dan Warga Todong Bupati

Sebarkan artikel ini

BERITABANGSA.COM-BONDOWOSO- Bupati Bondowoso Salwa Arifin melakukan kunjungan kerja di Dusun Pedati, Desa Kalisat, Kecamatan Ijen.

Kedatangan orang nomor satu tersebut menjadi momen membahagiakan bagi warga sekitar. Hal itu tak disia-siakan Kades dan warga menodong Bupati, untuk minta perbaikan akses jalan Pedati yang rusak.

Warga Dusun Pedati curhat, dan mengeluhkan akses ke permukiman mereka rusak. Warga kompak menginginkan rehab infrastruktur jalan menuju perbatasan timur Bondowoso-Situbondo itu.

Suma’ani, warga Dusun Pedati, mengaku senang bertemu Bupati Salwa Arifin, meski Bupati Syalwa sering  datang.

Ia mengatakan pertemuan dengan bupati ini dimanfaatkannya untuk meminta perbaikan akses jalan.

Menurutnya, jalan berbatu dan hanya sebagian dipaving membuat masyarakat harus menempuh waktu 2 jam hanya untuk menuju ke kantor Kecamatan Ijen/Sempol.

“Kita hanya minta akses jalan diperbaiki. Kalau sudah hujan kita tak berani turun, karena licin,” urainya.

Soal akses pendidikan, kesehatan, dan air bersih, wanita berusia 35 tahun ini mengaku, semua sudah bisa dinikmati oleh masyarakat. Ambulans dan tenaga kesehatan secara rutin telah memberikan layanan. Begitu pun pendidikan dan air bersih.

“Kalau air bersih di sini banyak,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kalisat, Sawito, menjelaskan, di dusun ini terdapat 180 kepala keluarga (KK) dengan jumlah penduduk 400-an jiwa.

Berada di perbatasan dengan Situbondo, membuat mereka harus ekstra usaha setiap hendak mendatangi pusat keramaian.

Karena itulah, pihaknya meminta perbaikan akses jalan bagi masyarakat Dusun Pedati.

“Mungkin itu Pak Bupati harapan kita, agar ada perhatian lebih, dan khusus bisa menganggarkan sedikit anggaran kabupaten untuk perbaikan jalan. Menuju sini butuh perjuangan. Baik segi ekonomi atau pendidikan,” urainya.

Ia menerangkan, panjang jalan seluruhnya yakni sekitar 5 kilometer. Dan telah teraspal sekitar 1,5 kilometer pada 2019 dari APBD melalui Dinas PUPR Kabupaten.

“Masih ada 3,5 km (yang perlu diaspal, red). Dari itu sebenarnya juga masih ada beberapa titik yang dicover dana desa untuk dipaving. Kalau semuanya anggaran DD tak cukup,” jelasnya.

Bupati Salwa Arifin mengatakan, dia merespon sungguh-sungguh permintaan warga ini. Karena, pemerintah memiliki kewajiban dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di antaranya, pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.

“Tugas pemerintah untuk meningkatkan semuanya itu,”ungkapnya.

Ia menerangkan terkait jalan sendiri pihaknya akan mengusulkan untuk dilakukan pengerasan jalan.

“Pengerasan dulu mungkin,” pungkasnya.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *