Pendidikan

FKes Unusa Gelar Seminar Internasional 2nd Healer 2022

45
×

FKes Unusa Gelar Seminar Internasional 2nd Healer 2022

Sebarkan artikel ini

BERITABANGSA.COM-SURABAYA – Unusa Virtual Expo (UVE) dari Fakultas Kesehatan (FKes) Universitas Nahdlatul Ulama, menggelar seminar 2nd Healer 2022 (Health Faculty International Webinar) dengan mengangkat tema strategi peningkatan produktivitas kerja melalui pola hidup sehat.

Dr Ir Akas Yekti Pulih Asih, MKes, MM, dosen Fakultas Kesehatan Unusa, mengatakan makanan sehat bukan hanya untuk usia bayi, tapi makanan sehat itu dibutuhkan oleh usia produktif, balita hingga usia lansia sangat membutuhkan asupan sehat. Asupan sehat tidak hanya makanan namun minuman sehat sangat dibutuhkan tubuh.

“Jadi kebutuhan konsumsi makanan sehat sangat dibutuhkan oleh tubuh jangan sampai dengan tidak memikirkan makanan sehat yang mengakibatkan pada kesehatan kita pada jangka panjang,” terangnya, Sabtu (2/7).

Akas menilai banyak masyarakat yang menyepelekan sarapan pagi. Hal ini kerap dialami ibu-ibu karena kesibukan memasak hingga pekerjaan rumah membuat melupakan makan hingga tengah hari.

“Jadi ini yang membuat masyarakat ini gampang terkena penyakit seperti lambung atau lainnya,” jelasnya.

Akas menjelaskan kondisi lingkungan yang tidak sehat juga sangat mempengaruhi kondisi asupan makanan yang sehat.

“Banyak makanan kita ini tidak jarang memakai bahan yang tidak sehat, semisal zat kimia penyedap makanan atau bahan lainnya,” jelasnya.

Akas menjelaskan makanan nusantara merupakan makanan sehat dengan komposisi gizi yang cukup banyak. “Jadi kita sangat beruntung untuk tinggal di Indonesia dimana makanannya sudah cukup sehat,” ungkapnya.

Manusia dengan diet yang baik, sehat dan teratur akan merasa selalu berada di performa yang paling bagus untuk melakukan kewajiban sebagai tenaga kerja, terutama dalam hal memenuhi target yang sudah ditentukan baik oleh suatu perusahaan atau suatu organisasi sekaligus untuk memenuhi target yang ditentukan oleh diri sendiri yaitu hidup sehat.

Sedangkan, Fasty Arum Utami SGz, MSc, dari Taipei Medical University menjelaskan makanan di Taiwan banyak didominasi makanan yang menggunakan daging hingga minyak babi. Namun saat ini, Taiwan salah satu negera dengan muslim friendly. “Banyak makanan yang memang halal untuk dikonsumsi di sana,” ungkapnya.

Fasty menyebutkan tantangan perubahan pola makan di mana mengkonsumsi makanan halal. “Ini berdampak pada kesehatan dari yang mengkonsumsi,” jelasnya.

>>>ikuti berita lainnya di news google beritabangsa.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *