Daerah

Menertawakan Kota Kelahiran dengan “MES*H JEMBER”

62
×

Menertawakan Kota Kelahiran dengan “MES*H JEMBER”

Sebarkan artikel ini

BERITABANGSA.COM-JEMBER- Stand up Comedy show bertajuk MES*H JEMBER diselenggarakan di Ballroom Utama Hotel Grand Valonia Jember, Jumat 1 Juli 2022.

Ini Stand up Comedy Show pertama yang digelar di Jember usai pandemi. Para komika yang tampil dalam acara ini merupakan anggota Komunitas Stand up Indo Jember yaitu Alan Pamungkas, Inang Poltek, Denny Suarta dan Hamim Muhaemin.

“Silakan menuliskan keresahan tentang Jember di kertas yang sudah disediakan di kursi masing-masing” jelas panitia sebelum acara dimulai.

Keresahan penonton terhadap kondisi sosial dan budaya di Jember ini kemudian dibawakan oleh pemandu acara yaitu Rizky Biebier dan Andre Gepeng. Tentunya keresahan tadi dibelokkan dan dipatahkan dengan banyolan-banyolan ala Stand up Comedy.

Acara ini terselenggara sebagai salah satu bentuk kritik dan apresiasi sosial politik di Kabupaten Jember. Materi yang dibawakan para komika yang tampil juga menyinggung pemerintahan Jember yang lama maupun yang baru.

“Saya lebih suka Jember yang sekarang, Jember sekarang jauh lebih kreatif dan keren. Ini terlihat dengan bermunculannya manusia silver” ungkap Denny Suarta dalam salah satu materinya disambut gelar tawa penonton.

Ia menyampaikan bahwa manusia silver itu tidak layak diberi uang karena mereka sebenarnya orang mampu.

“Buktinya mampu beli cat, iya kan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa dari manusia silver yang berada di jalan, menurutnya tidak ada kegentingan apapun dari dirinya terkait ekonominya. Di samping itu juga manusia silver tidak menampilkan apapun yang membuat ketawa atau bahagia.

“Ya kan kita lihat manusia silver itu cuma melumuri badannya dengan cat warna silver, lalu dia keliling ke masing-masing pengendara meminta-minta uang. Menghibur kagak, kegentingan ekonomi juga nggak ada, kenapa minta-minta, badannya masih sehat, masih muda jadi masih sangat layak bekerja,” sambungnya dalam materi yang disampaikan.

Sedangkan Hamim Muhaemin mengaku resah dengan adanya Pekan Olahraga Provinsi di Jember.

“Saya itu resah dengan adanya Porprov di Jember ini, teras rumah saya tiba-tiba banyak orangnya. Saya ini kan pemilik rumah ya? kok malah justru saya yang sungkan mau lewat,” banyol Hamim.

Penampilan para komika juga disampaikan dengan gaya Self Deprecating Joke, sebuah gaya melawak dengan menyindir atau merendahkan dirinya sendiri.

Gaya tersebut masih ampuh membuat para penonton tertawa.

“Saya ini cina, tapi saya nggak punya toko,” ujar Denny mencela dirinya sendiri yang merupakan warga tionghoa tidak sama dengan kebanyakan etnis tionghoa kebanyakan.

Denny menceritakan suatu ketika ia diajak tetangganya untuk ikut menguburkan salah satu warga di lingkungan rumahnya, namun ia menolak.

Namun tetangganya tersebut maksa Denny, dengan menyampaikan yang meninggal tersebut orang tionghoa, jadi akan dapat upah kalau membantu menguburkannya, akhirnya ia pun mau ikut gotong royong menguburkan.

“Bolehlah, saya jawabnya. Akhirnya saya pun bergegas ke kuburan orang cina itu. Saya bantu-bantu menggali kubur, ngangkatin ini itu lalu beberapa menit kemudian datanglah jenazahnya, singkat cerita setelah prosesi pemakaman selesai, salah satu orang dari keluarga yang sedang berduka itu datang, kita yang bantu menguburkan ada tiga orang, dia pun mengeluarkan uang yang dibungkus amplop, dikasihlah pertama kepada orang jawa, kedua juga sama, pas giliran ke saya nih orang cina, yang mau ngasih agak ragu rupanya, lalu pundak saya ditepuk, dia melihat saya lalu bilang loh Denny, iya saya Denny saya dapat uang juga kan, iya dapat uang tapi bukan itu maksudnya, terus gimana, ini kan yang meninggal nenekmu sendiri Denny,” banyol Denny membuat penonton ketawa terbahak-bahak.

>>>ikuti berita lainnya di news google beritabangsa.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *